Senin, 13 November 2017

Komunikasi Produktif Menantu dan Mertua

Alhamdulillah tantangan 10 hari komunikasi produktif (komprod) hari ke 12 masih melakukan komprod dengan semua anggota keluarga. Selain suami dan anak,  ada mertua juga.  Kebetulan saya sedang tinggal bersama mertua di depok karena suami sedang ada training di jakarta. Jadi kami memutuskan sementara tinggal di rumah orang tua yang lebih dekat jaraknya ke lokasi training.

Komprod dengan mertua agak berat ya terutama kalau sudah berbicara masalah cucu (anak saya). Generasi jaman now vs generasi yang menjunjung tinggi tradisi. Kadang mertua ingin begini, saya inginnya begitu.  Masing-masing punya alasan, mertua berdasarkan pengalaman dahulusedangkan saya keukeuh berdasarkan perkembangan saat ini.  Payahnya saya kurang bisa menjelaskan dengan bijak ke mertua.  Jadi kesannya jadi membantah apa yang beliau nyatakan

Saya kadang merasa apa yang dibicarakan oleh mertua kepada saya itu menyindir saya..  Hehe sensitif dan baper bawaannya. Terus saya juga merasa segala hal kok dikomentari bahkan hal-hal yang sepele.  Ya itu tadi saya cepat sensitif dan baper. Padahal kalau dipikir-dipikir baik tujuannya untuk mengajarkan hal-hal yang mungkin belum saya tahu.

Seperti pada pagi ini berhubung Husna sedang demam, saya bilang kalau saya sengaja memasang baju yang tipis dan pendek supaya panasnya cepat keluar. Tadinya mertua takut husna kedinginan.  Tapi saya jelaskan kalau saya pernah melakukannya ketika husna demam sebelumnya.  Alhamdulillah beliau mau mengerti walaupun mungkin dalam hatinya khawatir dengan cucu. 

Pun begitu saat menjemur Husna agar terkena sinar matahari. Mamah Mertua tidak melepas baju Husna ketika dijemur. Lalu saya yakinkan untuk dibuka saja agar hangatnya matahari sampai ke kulitnya Husna.  Alhamdulillah beliau mengerti lagi. Walaupun mungkin dia harus melapangkan dada.

Kemudian saya sadar sepertinya saya harus memperhalus cara saya untuk menyampaikan apa pendapat. Saya juga harus belajar berpikir positif terhadap pandangan orang tua, yang tentunya lebih banyak pengalamannya daripada kita. Jangan langsung membantah hal yang bersebrangan dengan sudut pandang kita. Maafkan saya ya mah yang sering membantah, ini lebih kepada cara saya menyampaikan belumlah bijak sehingga meninggalkan luka

#hari12
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar