Ga seperti biasa Tahun Baru Islam kali ini disambut dengan
suka cita karena jatuh pada hari Kamis. Otomatis hari jumatnya menjadi hari
kecepit nasional alias waktu yang tepat untuk menetapkannya sbg hari cuti
bersama. Mudah2an disamping suka cita karena long weekend tetapi juga suka cita
menyambut tahun baru hijriah.. karena sebagai seorang islam, tahun baru kita ya
adalah perpindahan tahun hijriyah..
bukan tahun baru yang sebagian besar dirayakan kita saat ini yakni pada tanggal
31 Desember. Simak link berikut supaya tahu latar belakang perayaan tahun baru
Masehi sehingga kita tidak hanya ikut2an saja tanpa tau kenapa dan mengapa hal
tersebut dirayakan
Nah setelah tau latar belakang perayaan tahun baru masehi..
masihkah kita sebagai orang islam ikut merayakannya??
Hm..supaya lebih bermakna dalam merayakan tahun baru hijriyah
sebaiknya kita tau dulu nih sejarah penetapan pergantian tahun hijriyah. Lihat link
berikut.
Di Indonesia banyak cara merayakan tahun baru ini,
diantaranya adalah dengan memberi santunan ke anak yatim karena Rasulullah
lebih menyayangi anak yatim pada hari ini, kemudian memasak makanan yang lebih
dari hari biasanya, memberikan hasil-hasil bumi untuk menjadi sesaji agar
ditahun yang baru dilimpahi rejeki yang melimpah, ada juga yang mencuci keris dan benda pusaka
lainnya dan memperebutkan air bekas cuciannya.. Sungguh sayang semua itu tidak
dicontohkan oleh Rasulullah SAW sehingga apabila hal tersebut terus kita
lakukan maka hasilnya akan sia-sia tidak dianggap ibadah karena tidak ada
tuntunannya.
Adapun Rasulullah SAW tidak mencontohkan cara khusus untuk
merayakan Tahun Baru Hijriyah, Rasulullah hanya mencontohkan bahwa pada bulan
Muharram ini disunnahkan untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram karena pada
hari itu Nabi Musa A.S diselamatkan dari Bani Isra’il. Dikarenakan pada hari itu kaum Yahudi juga
berpuasa, maka kita disunnahkan berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya agar
kita berbeda dengan mereka, karena kita
sebagai seorang muslim tidak boleh meniru perilaku kaum musyrikin.
Momen tahun baru ini
seharusnya menjadi momen yang tepat untuk kita melakukan introspeksi
diri/bermuhasabah. Apa saja yang sudah kita lakukan ditahun yang lalu, apa saja
kekurangan yang masih melekat dalam diri
kita, apa saja target yang sudah kita capai, apa saja yang belum tercapai. Dan
menyiapkan resolusi untuk tahun yang baru. Karena seorang muslim yang beruntung
adalah muslim yang lebih baik dari pada hari yang kemarin. So siapkan
resolusimu..Jadilah muslim yang lebih baik dan lebih baik lagi agar kita
termasuk golongan yang beruntung
Wallahu a’lam bisshowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar