Selasa, 05 Oktober 2021

Review Jurnal Tim ASIK

Kali ini saya diberikan kesempatan menjadi buddy bun fatimah dari tim asik. Dimana artinya Akselerasi Ibu Masa Kini. 

Pertama Kali melihat jurnal tim asik penuh dengan warna terlihat profesionalitas dalam mengerjakan proyeknya. Sudah ada pembagian tim dan ada proses diskusi dalam menetapkan highlight dan key updatesnya karena ada beberapa foto saat kumpul bersama dalam sebuah forum diskusi. 

Yang saya tangkap dr goalsnya dari tim asik  adalah akselerasi seorang ibu masa kini. Dimana akselerasi artinya adalah percepatan. Output dari proses akselerasi ini adalah seorang ibu yang produktif yang bermanfaat untuk orang disekitarnya. 

Saya rasa step by step yang ditetapkan ke arah sana sudah bagus mulai dari ibu bahagia kemudian bertumbuh dan berkarya. Tim aksi hadir sebagai penyedia program pendidikan dan pemberdayaan terhadap para bunda yang membutuhkan. Selain penyedia pendidikan kedepannya tim aksi mempunyai tujuan kegiatan produktif ini akan mendapatkan keuntungan dari kegiatannya dan menjadi sumber pendanaan kegiatannya. Ada proses sustainable disana.

Ada beberapa hal yang saya rasakan. Semoga bisa diterima karena ini bener2 hanya pandangan pribadi saya. Yang pertama adalah milestone dimana ada beberapa poin tujuan yang menurut saya agak terlalu banyak. Poin menjadi medsos yang bermartabat agak kurang spesifik maksudnya. Bermartabat itu yang seperti apa.

Kemudian berbicara masalah milestone. Di milestone pertama ada point portofolio dan draft buku. Sedangkan point highlight sudah muncul talk series yang merupakan milestone kedua. Mungkin yang dimaksud disini dokumentasi talk series itu akan menjadi bahan portofolio n buku yang dimaksud. 

Untuk highlight n aksi sudah sangat lengkap poin2 yang akan disampaikan dan platformnya.

Untuk analisis swot alhamdulillah strength yang sudah ada akan menjadi bekal yang berharga untuk tim aksi. Walaupun ada beberapa kelemahan dimana salah satunya hanya satu orang yang merupakan tim ibu pembaharu. Mudah-mudahan segera menemukan solusinya

Sekian review dari saya untuk Tim AKSI


Selasa, 27 Juli 2021

Membuat planning dan team ibu pembaharu ala Nismah

Bismillah. 

Masuk ke tugas kedua kali ini adalah publikasi dan mencari team.  

Berhubung saya berkutat dengan masalah diri saya sendiri maka selama 2 minggu agak sulit mendefinisikan apa yang hendak saya sampaikan untuk mengundang simpati dan mengajak orang yang merasakan hal yang sama untuk bergerak.  Saya belum tau poin utama apa yang hendak saya suguhkan.  Alhamdulillah jika mau usaha toh akan dapat juga apa yang hendak disampaikan.  Berikut ini adalah user persona saya dan orang yang Terkena dampak dari masalah saya. 


Yah ternyata apa yang saya jalani sekarang menjadi seorang ibu plus aktif di organisasi serta jualan tak membuat saya merasakan kepuasan hakiki sebagai seorang ibu. Ternyata apa yang saya inginkan belum tentu apa yang saya perlukan. Setelah menggali lebih dalam rasanya saya tau apa yang harus saya lakukan yakni kembali kepada keluarga. Saya rasa saat ini saya lebih memerlukan menjadi ibu yang biasa saja asalkan anak saya senang. Itu udah cukup. Tak perlu menjadi seorang yang hebat untuk memuaskan diri saya. Saya rasa saya akan menggaungkan hal itu untuk menjadi project saya di ibu pembaharu. 


Berikut ini adalah planning story board yang akan saya sampaikan saat publikasi mencari teman-teman dengan masalah yang sama



Untuk team pada akhirnya saya memutuskan untuk membentuk team internal dulu bersama anak. Saya ingin mendokumentasikan proses saya mencari kepuasan didalam rumah tentunya bersama husna. Tak perlu jauh-jauh cukup dari rumah bersama anak tercinta. Tak perlu menjadi seseorang diluar sana cukup menjadi ibu dirumah saya bisa memuaskan diri. Mungkin ada ibu diluar sana yang belum menyadari bahwa kepuasannya sederhana yakni dapat bercengkrama dengan anaknya. 

Berikut ini adalah pemetaan soft skill dan hardskill saya dan husna

Selanjutnya adalah pembagian tugas dalam team kami adalah sebagai berikut:

Alhamdulillah ada perasaan lega setelah mendapatkan apa yang hendak saya kampanyekan dan semoga team ini bisa bertambah seiring cakupannya yang lebih luas. Do'akan saya ya teman supaya saya dapat menyelesaikan masalah saya ini dan juga bisa berdampak juga untuk yang lain

#ibupembaharu

#jurnal 2

#Institut Ibu profesional

#bundashalilah

Selasa, 06 Juli 2021

Saya Bisa Menjadi Ibu Pembaharu

Menjalani tahapan-tahapan Di ibu professional Membuat saya lupa rasanya malu hanya MENJADI seorang IBU RUMAH TANGGA.  Saya jadi punya banyak teman yang sama-sama berjuang Di tempatnya masing-masing untuk tidak sekedar MENJADI IRT BIASA tapi IRT yang professional.  Yang bangga menjalani rutinitasnya sebagai istri ibu dan elemen di dalam masyarakat.  

Dengan mengikuti ibu professional terbukalah pintu bagi saya untuk mengaktualisasikan diri Selain urusan domestik dirumah. Kepercayaan diri meningkat dalam menjalan hubungan baru dengan banyak orang sehingga amanah Di sebuah organisasi pun dipercayakan kepada saya. Selain itu jejaring yang luas ini membuat saya berani membuka usaha jual beli pakaian anak dengan dukungan suami membuat saya harus lebih serius mengelolanya untuk membuktikan bahwa saya bisa.  
Hal ini lah yang membuat saya seperti baik-baik saja bahkan tampak seperti supermom yang serba bisa. 
Padahal dalam hati merasa ada yang Aalah ketika menjadi malas melakukan pekerjaan domestik
Lebih banyak melihat gawai untuk aktualisasi diri di organisasi atau keperluan usaha
Anak juga  akhirnya banyak pegang gawai
Daya kreatifitas saya dalam mengasuh anak menjadi stagnan. Tidak ada waktu lagi untuk melihat ilmu parenting bahkan yang paling menyedihkan bahkan kebutuhan dasarnya pun tak terpikirkan oleh saya.  Saya baru sadar ketika adik saya lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhan anaknya Karena ia fokus sedangkan saya banyak terdistraksi oleh urusan-urusan diluar. 
Oleh karena itu saya suka merasa gagal Ibu yang baik Karena kebablasan aktualisasi.  Berkali-kali perasaan ini muncul tapi saya masih tertatih-tatih dalam menyelesaikannya. Banyak sekali yang ingin saya lakukan tapi saya tidak tahu sebenarnya apa yang saya inginkan, harus mulai darimana, dan bagaimana cara melakukannya dengan baik

Selain itu saya juga sering merasa gagal menjadi ibu rumah tangga jika tidak pandai dalam menguras rumah. Sebenarnya Ini bisa didelegasikan ke art tapi saya takut tidak akan banyak bergerak dirumah jika dikerjakan art.  Ini sarana olahraga bagi saya karena saya pun Merasa kurang gerak Dan berakhir pada problem berat badan berlebih 

Obesitas Membuat saya tidak percaya diri Dan membuat energy saya cepat habis. Ini pulalah yang membuat saya tidak menikmati bermain dengan anak di rumah Karena anak suka main diluar rumah sedangkan saya harus menyimpan energy untuk menyelesaikan Pekerjaan domestik. 
Saya sering menolak bermain bersama karena kesibukan saya. 
Belum lagi kadang anak Cari prhatian dengan tingkahnya yang menggemaskan hingga menyulut emosi saya. Beberapa Kali Anak mengatakan mama Jangan marah-marah Terus.  Itu Juga mungkin yang menyebabkan anak saya juga sumbunya pendek jika ada yang tak sesuai Karena ia meniru saya. Hiks. 
Oleh karena itu ini membuat saya merasa gagal menjadi ibu yang baik pula

Jadi Bismillah Semoga tahapan-tahapan identifikasi masalah ini adalah cara memulai yang baik untuk menjadi ibu pembaharu karena saya yakin dengan menyelesaikan masalah ini saya akan lebih bahagia dan dapat menularkan energy positif ke sekitar tanpa mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga. 

#IbuPembaharu
#BundaSalihah1
#Materi1
#IdentifikasiMasalah
#IbuProfesional