Selasa, 06 Juli 2021

Saya Bisa Menjadi Ibu Pembaharu

Menjalani tahapan-tahapan Di ibu professional Membuat saya lupa rasanya malu hanya MENJADI seorang IBU RUMAH TANGGA.  Saya jadi punya banyak teman yang sama-sama berjuang Di tempatnya masing-masing untuk tidak sekedar MENJADI IRT BIASA tapi IRT yang professional.  Yang bangga menjalani rutinitasnya sebagai istri ibu dan elemen di dalam masyarakat.  

Dengan mengikuti ibu professional terbukalah pintu bagi saya untuk mengaktualisasikan diri Selain urusan domestik dirumah. Kepercayaan diri meningkat dalam menjalan hubungan baru dengan banyak orang sehingga amanah Di sebuah organisasi pun dipercayakan kepada saya. Selain itu jejaring yang luas ini membuat saya berani membuka usaha jual beli pakaian anak dengan dukungan suami membuat saya harus lebih serius mengelolanya untuk membuktikan bahwa saya bisa.  
Hal ini lah yang membuat saya seperti baik-baik saja bahkan tampak seperti supermom yang serba bisa. 
Padahal dalam hati merasa ada yang Aalah ketika menjadi malas melakukan pekerjaan domestik
Lebih banyak melihat gawai untuk aktualisasi diri di organisasi atau keperluan usaha
Anak juga  akhirnya banyak pegang gawai
Daya kreatifitas saya dalam mengasuh anak menjadi stagnan. Tidak ada waktu lagi untuk melihat ilmu parenting bahkan yang paling menyedihkan bahkan kebutuhan dasarnya pun tak terpikirkan oleh saya.  Saya baru sadar ketika adik saya lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhan anaknya Karena ia fokus sedangkan saya banyak terdistraksi oleh urusan-urusan diluar. 
Oleh karena itu saya suka merasa gagal Ibu yang baik Karena kebablasan aktualisasi.  Berkali-kali perasaan ini muncul tapi saya masih tertatih-tatih dalam menyelesaikannya. Banyak sekali yang ingin saya lakukan tapi saya tidak tahu sebenarnya apa yang saya inginkan, harus mulai darimana, dan bagaimana cara melakukannya dengan baik

Selain itu saya juga sering merasa gagal menjadi ibu rumah tangga jika tidak pandai dalam menguras rumah. Sebenarnya Ini bisa didelegasikan ke art tapi saya takut tidak akan banyak bergerak dirumah jika dikerjakan art.  Ini sarana olahraga bagi saya karena saya pun Merasa kurang gerak Dan berakhir pada problem berat badan berlebih 

Obesitas Membuat saya tidak percaya diri Dan membuat energy saya cepat habis. Ini pulalah yang membuat saya tidak menikmati bermain dengan anak di rumah Karena anak suka main diluar rumah sedangkan saya harus menyimpan energy untuk menyelesaikan Pekerjaan domestik. 
Saya sering menolak bermain bersama karena kesibukan saya. 
Belum lagi kadang anak Cari prhatian dengan tingkahnya yang menggemaskan hingga menyulut emosi saya. Beberapa Kali Anak mengatakan mama Jangan marah-marah Terus.  Itu Juga mungkin yang menyebabkan anak saya juga sumbunya pendek jika ada yang tak sesuai Karena ia meniru saya. Hiks. 
Oleh karena itu ini membuat saya merasa gagal menjadi ibu yang baik pula

Jadi Bismillah Semoga tahapan-tahapan identifikasi masalah ini adalah cara memulai yang baik untuk menjadi ibu pembaharu karena saya yakin dengan menyelesaikan masalah ini saya akan lebih bahagia dan dapat menularkan energy positif ke sekitar tanpa mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga. 

#IbuPembaharu
#BundaSalihah1
#Materi1
#IdentifikasiMasalah
#IbuProfesional













Tidak ada komentar:

Posting Komentar