Senin, 09 Februari 2015

Keguguran Part 2??

Finally, setelah menunggu 1 tahun lebih dan melalui kegalauan di post sebelumnya http://nismahmaulida.blogspot.com/2015/02/keguguran-part-i-late-post.html. Akhirnya Test Packku Positif!! Senangnya tidak terduga.. Seketika Aku langsung lari ke kamar.. ga sabar menunjukkan hasilnya ke Hunhun (suami) hehe.. waktu itu jam 3 pagi.. Dia masih setengah sadar waktu Aku menunjukkan hasil Test Packnya.. Doi malah ketiduran lagi.. hm.. Hunhun Ga Seru!!. Akhirnya aku sujud syukur dan mengambil wudhu. Alhamdulillah ga lama kemudian Dia pun menyusul wudhu. Kami akhirnya shalat malam bersama. Duh ya Allah syahdu benar rasanya.. Akhirnya engkau mengabulkan doa kami di saat kami sudah PASRAH



2 bulan sebelumnya Aku kekeuh ngajak Hunhun untuk promil ke Dokter. Tapi setelah bicara dari hati ke hati Hunhun ternyata belum siap untuk menempuh promil ke Dokter. So akhirnya Aku pasrah dan mendukung apa yang Hunhun inginkan yaitu berusaha program yang alami terlebih dahulu. Namun.. Allah Maha berkehendak dan akhirnya hasil test pack menunjukkan Dua Garis!!




Pada tanggal 13 Januari 2015 akhirnya Aku dan Hunhun periksa ke Dokter untuk memastikan kehamilanku. Alhamdulillah Aku benar-benar Hamil.. Yeay..sudah 5 Weeks.. Alhamdulillah kantung janinnya sudah kelihatan.. Aku pun diberi vitamin dan penguat rahim karena punya riwayat keguguran. 1 bulan lagi Aku disuruh kembali untuk pemeriksaan bulan ke 2



Akhirnya Aku minum obat sesuai dengan yang dianjurkan Dokter dan menghindari semua kesalahan-kesalahan yang pernah Aku lakukan di kehamilan pertama. Pokoknya sebanyak mungkin Aku stay dirumah. Keluar rumah hanya saat ke kantor saja. Kemudian Akupun memperbanyak asupan buah dan sayur (yang ini agak susah karena aku kadang malas masak sayur.. hehehe). Alhamdulillah di kehamilan ini Aku tidak merasakan seperti kehamilan pertama. Aku tidak mual dan pusingnya juga jarang. Pokoknya lumayan enaak.. hehe



Namun.. waktu kok rasanya lama banget,, hehe pengen cepet-cepet periksa lagi. Pengen cepet-cepet melewati fase 2 bulan yang menurutku adalah masa kritis kehamilan!! Aku khawatir jika Aku tidak bisa melewati fase ini sama seperti kehamilan yang terdahulu. Aku ingin segera memastikan bahwa janinku berkembang dengan baik dan berdetak jantungnya.. Sambil menunggu waktu kontrol tak henti-henti dalam setiap shalat Aku mengucap syukur dan memanjatkan Doa untuk keselamatan janinku.



"Ya Allah Alhamdulillah atas kesempatan yang engkau berikan.. Kami harap ini adalah benar rezeki keturunan untuk Kami. Engkaulah yang Maha Pemberi Hidup, Engkaulah yang mematikan, Engkaulah yang Maha Pemberi Rezeki, Engkaulah yang mengetahui segala hal gaib termasuk yang terjadi di dalam rahimku, Engkaulah yang menguasai segala sesuatu, Engkaulah yang menetapkan segala sesuatu. Mudah-mudahan ini adalah salah satu ketetapanmu untuk memberikan kami seorang keturunan. Aamiin"



Pada suatu pagi 16 Januari 2015.. Aku kaget.. Saat buang air kecil aku ngeflek.. heuheu.. di kehamilan pertama Aku tak pernah mengalami hal ini. Seketika itu aku langsung sarapan dan meminum obat penguat yang biasanya aku makan setelah makan siang. Akhirnya hari itu aku memutuskan tidak masuk kerja. Namun aku harus membereskan sesuatu di Bank. Akhirnya aku keluar sampai tengah hari, Saat itu sudah benar-benar hopeless.. sesampai di rumah Akupun tiduran sampai sore. Bangun hanya untuk makan dan shalat. Alhamdulillah besoknya sudah tidak keluar lagi. Namun... setelah obat penguat habis Akupun ngeflek lagi.. Duh Ya Allah.. Aku harus segera periksa ke Dokter.



2 minggu lebih (30 Januari 2015) setelah kontrol pertama, Aku kontrol ke dokter yang lain karena Kami tidak mendapat no antrian di Dokter yang pertama. Hm.. USGnya benar-benar menyakitkan perut kali ini.. perutku ditekan-tekan karena alatnya tidak menemukan kantung janinku. Akhirnya ketemu tapi MasyaAllah... Ini alatnya atau memang kantung kehamilannya yang benar kecil. Dokter bilang kandunganku masih sekitar umur 5 weeks. WHAT?? 5w kan 2 minggu yang lalu.. masak sekarang 5w lagi? heuheu ukuran kantungnya sudah lebih besar daripada pemeriksaan pertama sekitar 1,7cm namun belum kelihatan bakal janinnya. Dokter akhirnya memberikan aku penguat kandungan lagi dan memberikan aku cuti untuk bedrest sehari. Katanya kalau Aku tiba-tiba pendarahan segera ke Dokter. Namun kalau bertahan, 1 bulan lagi bisa kontrol.

Hm.. pemeriksaan ini bukannya bikin tenang malah bikin khwatir.. heuheu harus cepet-cepet periksa ke Dokter pertamaku yang alat usgnya lebih oke.



Akhirnya tanggal 5 februari Aku kontrol ke Dokter pertama. Pada pemeriksaan ini Aku ngotot ditemanin hun-hun.. walaupun namaku sudah dipanggil, Aku minta ijin ke suster untuk menunggu suami dan akhirnya aku diselingi pasien lain terlebih dahulu. Aku tau bener ini pemeriksaan yang menentukan jadi Aku ga kuat jika harus menghadapi berita buruk sendirian lagi seperti waktu hamil pertama.



Benar saja ketika Aku masuk ruang Dokter, kata Dokter ini pemeriksaan yang menentukan apakah kehamilan bisa dilanjutkan atau tidak. Akhirnya  USG pun dilakukan. Kantung Janinpun langsung kelihatan, namun kok tidak ada bakal janin.. kata Dokter hasilnya kurang bagus dan harus USG TV(Trans Vaginal).



USG TV pun dilakukan.. Kata Dokter, kehamilannya ga bisa dilanjutkan lagi,, hasilnya lebih buruk dibandingkan kehamilan pertama. Selain kantung janin yang ukurannya belum sesuai hanya 1,87cm (seharusnya sekitar 3cm) sudah collaps sebagian kecil,Bakal janinnya juga masih kecil banget, seharusnya sekarang sudah berbentuk dan ada denyutnya. Heuheu..

Aku berusaha mencari opini lain.. berharap masih bisa diteruskan. Namun Dokter menyarankan untuk segera dikeluarkan lewat kuretase. Hiks.. Aku dan Suami terpukul dan sempat menanyakan penyebabnya. Dokter tidak bisa memastikan. Bisa saja segala test dilakukan namun pada akhirnya tetap tidak bisa dievaluasi secara pasti. Hm.. Aku mengambil kesimpulan ya sudah Dokternya sepertinya tidak mau terlibat lebih jauh.



Akhirnya dengan langkah gontai dan penuh pertanyaan Kami keluar dari ruang Dokter. Kami memutuskan untuk menunggu selama 2 minggu untuk melihat perkembangan apa yang bakal terjadi. Jika tidak berkembang juga terpaksa Kami harus merelakannya lagi.



Setelah pemeriksaan Hun hun yang lebih terlihat shock dibanding Aku. Dia Sedih selama beberapa hari. Baru Sabtu kemarin tawanya sudah mulai lepas setelah Aku bilang hun hun harus semangat,, supaya Aku juga semangat!!. Kita masih punya harapan 2 minggu ke depan.



"Ya Allah, jika memang masih rejekiku maka bantulah Aku untuk mempertahankan janin ini, dan berikanlah keajaiban itu untukku. Namun jika tidak, maka jadikanlah Kami termasuk orang-orang yang sabar dan kuat atas segala ujianmu. Dan jadikanlah ujian ini menjadi penebus dosa Kami dan meningkatkan derajat keimanan kami"



"Robbi Habli Min Ladunka Dzurriyatan Thoyyibah, Innakas Samii'ud Du'a"(Ya Robbi berikanlah kami dari sisiMu Keturunan yang baik. Sesungguhnya engkau Maha Mendengarkan Doa Kami)



"Robbi.. La.. Tadzarnii Fardan wa Anta Khoirul Waritsin.."(Ya Robbi jangan biarkan kami dalam kesendirian. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pewaris)



Aamiin..



Wahai Masalah Kau memang besar.. Namun Aku punya Tuhan yang lebih Besar.. Allahu Akbar,,




1 komentar:

  1. Sing sabar yo Mbak..InsyaAlloh Diparingi sing luwih apik maneh. Aminnnn...

    BalasHapus