Rabu, 01 April 2015

Menikah Separuh Agama

Malam ini sambil menunggu suami pulang lembur, tiba-tiba pengen mengambil kesimpulan dari masalah-masalah yang sedang berseliweran di pikiran.. mudah-mudahan bermanfaat buat yang lainnya. Karena tidak mudah juga Saya memahami hal ini. Butuh effort dan doa agar Allah selalu membuka pintu hati Saya dan Suami agar tidak tenggelam dalam ego masing-masing dan dapat melihat kebenaran dalam setiap masalah.

Guys.. setelah melalui masa-masa bulan madu yang katanya indah-indah kadang mulai muncul masalah antara suami istri. Masalah kecil pun bisa menjadi besar apabila kita suami atau istri tidak pandai menyikapinya. Yang perlu disadari dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam rumah tangga adalah buang jauh2 ego masing-masing, introspeksi diri, mau membuka diri untuk diskusi, menerima masukan dari pasangan dan mau berkompromi.. yang penting masing-masing tidak merasa terdholimi walaupun kadang harus mengorbankan kepentingannya. Yang penting solusinya baik untuk semua pihak..
Satu lagi yang paling penting jangan menghindari masalah dan tidak menyelesaikannya karena hal tersebut baik diawal saja namun lama kelamaan dapat menimbulkan sesak dalam dada yang semakin lama akan semakin menumpuk dan tidak baik untuk hubungan jangka panjang nantinya. Hadapilah masalah tersebut walau kadang pahit..jangan lupa bahwa dalam islam, pernikahan itu menggenapkan separuh agama. Separuh sebelumnya (before marriage) sudah kita bentuk selama bertahun2 dan melalui berbagai rintangan sehingga membentuk kita sekarang ini. Separuh selanjutnya (after marriage) tentu membutuhkan effort yang sama, tidak mudah dan pasti berliku2 jalan yang harus ditempuh.
Lagipula dalam Al Qur'an pun sudah disebutkan bahwa: Janganlah mereka mengira dibiarkan mengatakan "kami beriman" sedang mereka tidak diuji lagi?
Maka nikmatilah setiap permasalahan yang ada sebagai sarana untuk kita mendewasakan diri menjadi lebih baik.
Ya Allah kuatkanlah Saya dan Suami dalam menghadapi setiap permasalahan yang kami hadapi. Mudah2n kami sadar bahwa menikah itu tidak hanya sekedar cinta yang jika hilang maka berakhir ikatannya
Sadarkanlah kami bahwa menikah adalah bentuk ibadah kami kepadaMu. Sehingga segala sesuatu yang kami hadapi jalan keluarnya selalu merujuk kepada Al Qur'an dan Al Hadist agar kami tidak salah mengambil langkah. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar