Suatu saat sedang mengobrol asyik dengan si abi sambil menemani Husna bermain.
"Husna kuat secara visual mi" kata abinya.
"Apa benar kuat secara visual bi? Perasaan dia kuat secara auditorinya deh. Soalnya gampang banget menghafal kalau dinyanyikan sebuah lagu" jawab saya tidak langsung setuju dengan pernyataannya. Alhamdulillah pas banget ini game level 4 IIP temanya mengenal gaya belajar anak. Apakah dominan visual, auditori, kinestetik atau perpaduannya?
Karena husna masih dibawah umur dua tahun, ternyata anak seumur husna belum bisa diketahui nih gaya belajar dominannya. Sebagai orang tuanya kita hanya dapat memperbanyak stimulasi agar terasah semua inderanya.
Apa sih sebenarnya manfaat kita mengetahui gaya belajar dominan anak? Hehe yang saya tau sih gaya belajar ini akan mempengaruhi sikap kita terhadap gaya belajar anak yang berbeda-beda. Contohnya kita akan dapat memahami mengapa anak kita lebih suka bergerak ketimbang duduk manis di kelas. Atau dia lebih suka belajar sambil mendengarkan musik daripada dalam kondisi hening. Masing-masing anak punya keunikannya sendiri-sendiri. Jadi kita tidak bisa memaksakan cara belajar yang sama untuk semua anak.
Selama 10 hari pengamatan, Husna lagi senang-senangnya mengambil buku di rak untuk dibuka-buka halamannya. Kebetulan ada beberapa buku yang sudah saya sediakan untuk mengenalkan husna dengan buku. Harapannya suatu saat dia akan senang baca buku. Jadi buku kadang menjadi media saya untuk membersamai husna dirumah.
Suatu saat saya menemani Husna 'membaca' buku dan saya menunjukkan husna, ini namanya cicak, bunga, dan sepeda. Pokoknya saya kenalkan dengan nama-nama benda yang sering dia lihat di rumah. Harapannya agar dia cepat paham dengan benda yang familiar dengannya. Awalnya dia diam saja tapi tetap bisa fokus lama duduk sambil melihat buku (modal awal orang visual nih. Hihihi). Setelah kali kedua 'membaca' buku yang sama, dia ternyata ingat dengan yang saya beritahukan.
Wah-wah benar kata abi nih, husna secara visual kuat. Tanpa saya temani pun dia lebih memilih bermain dengan bukunya. Tidak sekedar membolak-balik halaman, bahkan dia mengingat-ngingat kembali nama dari gambar yang pernah saya beritahukan kepadanya. saya pun jadi tau dia lebih tertarik dengan buku,daripada mainan lainnya. Dominan visual banget ga sih? Habis wajahnya serius banget kalau lihat buku.
Kalau secara auditori Husna lagi senang-senangnya dengan lagu anak-anak nih. Favoritnya serial diva. Apa benar ya ini masuk kategori gaya belajar auditori? Kadang dia suka bersenandung sendiri walaupun pada awalnya cuma lirik depannya saja atau belakangnya saja. Tapi lama-lama karena sering diulang sendiri akhirnya dia bisa hafal satu lagu Cicak di Dinding dan Burung Kakak Tua full satu lagu. Walaupun dengan bahasa cadelnya. Apa lagi ya untuk auditori? Saya masih perlu banyak ilmu nih bunda untuk stimulasinya.
Untuk kinestetik belum begitu jelas sih stimulasinya seperti apa nih. Selama ini saya membiarkan husna untuk sering bergerak saja. Eksplore lingkungan sekitarnya. Bener ga ya ini?
Sambil keluar rumah sore hari, Husna suka berlari kesana kemari. Sasarannya ayam, kucing.
Kemudian setiap aktifitas yang kami lakukan saya beritahukan namanya ke Husna. Misal mandi, cuci tangan, makan, ee, pipis, aduk, tutup, buka, tulis. Alhamdulillah dia paham dan bisa mengingatnya.
Kadang saya suka kagum sendiri dengan kemampuan anak-anak terutama bayi seumuran Husna. MasyaAllah betapa otaknya cepat sekali menangkap sesuatu yang diberikan. Makanya sebagai orang tua ingin sekali memberikan yang terbaik jangan sampai ada yang terlewat stimulasinya atau bahkan salah sikap.
Hiks hiks setelah tantangan selama 10 hari ternyata masih perlu banyak belajar dengan bunda-bunda yang luar biasa di IIP. Ternyata eh ternyata review game kali ini mak jleb banget buat saya. Sebagai orang tua tugas kita bukanlah menjejali anak-anak dengan ini dan itu, tapi cukup membersamainya dan memancing anak agar ia dapat mengeluarkan potensinya.
#aliranrasa
#gamelevel4
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar